Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web
PEMBERDAYAAN UMKM
MELALUI PUSAT KOMUNIKASI BISNIS BERBASIS WEB
(Suatu Gagasan)
Oleh:
Sutirman
Abstrak
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.
Salah satu kunci keberhasilan usaha mikro, kecil dan menengah adalah adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UMKM. Se-mentara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pema-saran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompe-titif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing. Oleh karena itu, peran pemerintah diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM untuk memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan se-bagai media komunikasi bisnis global.
Salah satu gagasan pemberdayaan UMKM di era teknologi infor-masi sekarang ini adalah melalui pembentukan Pusat Komunikasi Bis-nis Berbasis Web di setiap daerah kabupaten atau kecamatan di Indo-nesia. Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web ini diperuntukan bagi UMKM dalam mempromosikan usahanya, mengakses informasi faktor-faktor produksi, melakukan transaksi usaha, serta melakukan komuni-kasi bisnis lainnya secara global, dalam rangka memperluas jaringan usahanya.
Kata Kunci: pemberdayaan, komunikasi bisnis
PENDAHULUAN
Kegagalan pola pembangun-an ekonomi yang bertumpu pada konglomerasi usaha besar telah mendorong para perencana ekonomi untuk mengalihkan upaya pemba-ngunan dengan bertumpu pada pemberdayaan usaha kecil dan me-nengah. Usaha Mikro, Kecil, dan Me-nengah (UMKM) merupakan kelom-pok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman pereko-nomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator partum-buhan ekonomi pasca krisis ekonomi (www.ktin.org.id). Secara riil UMKM atau sering disebut UKM (Usaha Kecil Menengah) juga sebagai sektor usaha yang paling besar kontribu-sinya terhadap pembangunan nasio-nal, terbukti telah menyumbangkan sebesar Rp 1.013,5 triliun atau 56,7% dari PDB Indonesia (www.depkop.go.id). Selain itu, UM-KM juga mampu menciptakan pelu-ang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu dalam meng-urangi jumlah pengangguran.
Namun dalam perkembang-annya, UMKM memiliki keterbatasan dalam berbagai hal, diantaranya ke-terbatasan mengakses informasi pa-sar, keterbatasan jangkauan pasar, keterbatasan jejaring kerja, dan ke-terbatasan mengakses lokasi usaha yang strategis. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan akses UMKM pada informasi pasar, lokasi usaha dan jejaring usaha agar produktivitas dan daya saingnya meningkat. Maka dari itu menuntut adanya peran dan partisipasi ber-bagai pihak terutama pemerintah daerah dan kalangan perguruan ting-gi untuk membantu dan memfasi-litasi akses informasi bagi para UMKM yang sebagian besar berada di daerah pedesaan atau kota-kota kecil.
Sebagai upaya mengatasi masalah yang dihadapi UMKM, me-lalui tulisan ini penulis mencoba me-nawarkan alternatif solusi untuk memberdayakan UMKM melalui ga-gasan pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk Pusat Ko-munikasi Bisnis Berbasis Web di daerah. Sebagai sebuah gagasan, maka tulisan ini terbuka untuk ditan-ggapi oleh para pemerhati dan se-mua pihak yang perduli terhadap persoalan ekonomi rakyat khusus-nya pemberdayaan UMKM di Indo-nesia.
PERAN UMKM DALAM PEM-BANGUNAN NASIONAL
Merupakan suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri lagi bah-wa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Me-nengah) adalah sektor ekonomi na-sional yang paling strategis dan me-nyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UMKM juga merupakan kelompok pelaku eko-nomi terbesar dalam perekonomian di Indonesia dan telah terbukti men-jadi kunci pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis ekonomi, serta menjadi dina-misator partum-buhan ekonomi pasca krisis. Itu ar-tinya, usaha mikro yang memiliki omset penjualan kurang dari satu milyar, dan usaha kecil memiliki om-set penjualan pada kisaran satu mil-yar, serta usaha menengah dengan omset penjualan di atas satu milyar pertahun, memiliki peran yang sa-ngat besar dalam proses pemba-ngunan bangsa ini.
Selama tahun 2000-2003 pe-ranan usaha mikro, kecil dan me-nengah dalam penciptaan nilai tam-bah terus meningkat dari 54,51% pada tahun 2000 menjadi 56,72% pada tahun 2003. Sebaliknya per-usahaan besar semakin berkurang dari 45,49% pada tahun 2000 men-jadi 43,28% pada tahun 2003. Usaha mikro, kecil dan menengah juga menjadi pemasok kebutuhan barang dan jasa nasional sebanyak 43,8%, sedangkan usaha besar 42,1% dan impor sebanyak 14,1%.
Selama tahun 2003, partum-buhan ekonomi usaha mikro dan kecil mencapai angka 4,1%, usaha menengah tumbuh 5,1%, sementara usaha besar hanya mengalami per-tumbuhan 3,5%. Pertumbuhan usa-ha mikro, kecil dan menengah tersebut telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi na-sional sebesar 2,37% dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia se-besar 4,1%. Pada periode 2001-2003, usaha mikro, kecil dan me-nengah memiliki keunggulan dalam mendorong pertumbuhan PDB da-lam sector sekunder yang tumbuh masing-masing sebesar 5,60%, 4,65% dan 5,36%, sedangkan usaha besar hanya mengalami pertumbuh-an 3,36%, 3,60% dan 4,04% pada periode yang sama. Dengan demi-kian, usaha mikro, kecil dan mene-ngah di sektor sekunder dan tersier sangat potensial untuk dikem-bangkan mengingat memiliki partum-buhan yang cukup tinggi. (www.depkop.go.id)
Secara umum peran usaha mikro, kecil dan menengah dalam PDB mengalami kenaikan disban-dingkan sebelum krisis, bersamaan dengan merosotnya usaha mene-ngah dan besar. Enam tahun setelah krisis, keadaan usaha menengah be-lum pulih, sedangkan usaha besar baru pulih mulai tahun 2003. Per-bandingan posisi keuangan tahun 1997 dan 2003 akan memberikan gambaran bahwa krisis ekonomi memiliki dampak yang besar ter-hadap usaha menengah dan besar. Perekonomian nasional baru pulih dari kondisi krisis pada akhir tahun 2003, dimana peran usaha mene-ngah semakin berkurang, namun se-cara perlahan mulai bangkit kembali. Usaha mikro dan kecil relatif paling cepat pulih dari krisis ekonomi dan pernah memberikan kontribusi yang terbesar dalam perekonomian nasi-onal, terutama pada saat puncak krisis tahun 1998 dan 1999, wa-laupun kemudian tergeser kembali oleh usaha besar.
Krisis ekonomi juga telah me-ngakibatkan jumlah unit usaha me-nyusut secara drastis, dari 39,77 juta unit usaha pada tahun 1997 menjadi 36,82 juta unit usaha pada tahun 1998 atau berkurang sebesar 7,42%, dan bahkan usaha menengah dan besar mengalami penurunan jumlah unit usaha lebih dari 10%. Usaha menengah ternyata relatif lebih lam-ban untuk pulih dari krisis ekonomi, padahal sektor usaha ini memiliki peran strategis untuk menjaga dina-mika dan keseimbangan struktur perekonomian nasional.
Dari sudut ketenagakerjaan, usaha mikro, kecil dan menengah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap penciptaan la-pangan kerja, yaitu sebesar 99,45 % dari tenaga kerja di Indonesia. Selama periode 2000-2003, usaha mikro dan kecil telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi 7,4 juta orang dan usaha menengah menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 1,2 juta orang. Pada sisi lain, usaha besar hanya mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 55.760 orang selama periode 2000-2003. Hal ini me-rupakan bukti bahwa UMKM meru-pakan katup pengaman, dinamisator, dan stabilisator perekonomian ne-gara kita.
PENTINGNYA AKSES INFORMASI BAGI UMKM
UMKM sebagai sektor eko-nomi nasional yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi ke-rakyatan, selalu menjadi isu sentral yang diperebutkan oleh para politisi dalam menarik simpati massa. Para akademisi dan LSM juga banyak mendiskusikannya dalam forum-forum seminar, namun jarang sekali yang melakukan upaya riil sehingga berdampak pada peningkatan ke-sejahteraan UMKM.
Sebagai poros kebangkitan perekonomian nasional, UMKM ter-nyata bukan sektor usaha yang tanpa masalah. Dalam perkem-bangannya, sektor ini justru meng-hadapi banyak masalah yang sam-pai saat ini belum mendapat per-hatian serius untuk mengatasinya. Selain masalah permodalan yang disebabkan sulitnya memiliki akses dengan lembaga keuangan karena ketiadaan jaminan (collateral), salah satu masalah yang dihadapi dan se-kaligus menjadi kelemahan UMKM adalah kurangnya akses in-formasi, khususnya informasi pasar (Effendi Ishak, 2005). Hal tersebut menjadi kendala dalam hal pe-masaran, karena dengan terbatas-nya akses informasi pasar mengakibatkan ren-dahnya orientasi pasar dan lemah-nya daya saing di tingkat global. Miskinnya informasi menge-nai pa-sar tersebut, menjadikan UMKM tidak dapat mengarahkan pengem-bangan usahanya secara jelas dan fokus, sehingga jalannya lambat ka-lau tidak dikatakan stagnan.
Dalam menghadapi meka-nisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar meru-pakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat me-nguasai pasar, maka UMKM perlu mendapatkan informasi dengan mu-dah dan cepat, baik informasi me-ngenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi. Informasi ten-tang pasar produksi sangat diper-lukan untuk memperluas jaringan pe-masaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Informasi pasar pro-duksi atau pasar komoditas yang di-perlukan misalnya (1) jenis barang atau produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen di daerah tertentu, (2) bagaimana daya beli masyarakat terhadap produk tersebut, (3) berapa harga pasar yang berlaku, (4) selera konsumen pada pasar lokal, regiona, maupun internasional. Dengan demi-kian, UKM dapat mengantisipasi berbagai kondisi pasar sehingga dalam menjalankan usaha-nya akan lebih inovatif. Sedangkan informasi pasar faktor produksi juga diperlukan terutama untuk menge-tahui : (1) sumber bahan baku yang dibutuh-kan, (2) harga bahan baku yang ingin dibeli, (3) di mana dan bagaimana memperoleh modal usa-ha, (4) di mana mendapatkan tenaga kerja yang professional, (5) tingkat upah atau gaji yang layak untuk pe-kerja, (6) di mana dapat memperoleh alat-alat atau mesin yang diperlukan (Effendi Ishak, 2005).
Informasi pasar yang lengkap dan akurat dapat diman-faatkan oleh UMKM untuk membuat perencanaan usahanya secara te-pat, misalnya : (1) membuat desain produk yang disukai konsumen, (2) menentukan harga yang bersaing di pasar, (3) mengetahui pasar yang akan dituju, dan banyak manfaat lainnya. Oleh karena itu peran pe-merintah sangat diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM da-lam memperoleh akses untuk me-mperluas jaringan pemasarannya.
Selain memiliki kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi pasar, UMKM juga perlu memiliki kemudahan dan kecepatan dalam mengkomunikasikan atau mempromosikan usahanya kepada konsumen secara luas baik di dalam maupun di luar negeri. Selama ini promosi UMKM lebih banyak di-lakukan melalui pameran-pameran bersama dalam waktu dan tempat yang terbatas, sehingga hubungan maupun transaksi dengan konsumen kurang bisa dijamin keberlang-sungannya. Hal itu dapat disebabkan oleh jarak yang jauh atau kendala in-tensitas komunikasi yang kurang. Padahal faktor komunikasi dalam menjalankan bisnis adalah sangat penting, karena dengan komunikasi akan membuat ikatan emosional yang kuat dengan pelanggan yang sudah ada, juga memungkinkan da-tangnya pelanggan baru.
PUSAT KOMUNIKASI BISNIS UMKM BERBASIS WEB SUATU GAGASAN
Teknologi informasi meru-pakan bentuk teknologi yang diguna-kan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan infor-masi dalam segala bentuknya. Me-lalui pemanfaatan teknologi informa-si ini, perusahaan mikro, kecil maupun menengah dapat memasuki pasar global. Perusahaan yang awalnya kecil seperti toko buku Amazon, portal Yahoo, dan peru-sahaan lelang sederhana Ebay, ke-tiganya saat ini menjadi perusahaan raksasa hanya dalam waktu singkat karena memanfaatkan teknologi in-formasi dalam mengembangkan usahanya (M. Suyanto, 2005).
Pemanfaatan teknologi infor-masi dalam menjalankan bisnis atau sering dikenal dengan istilah e-commerce bagi perusahaan kecil dapat memberikan fleksibilitas dalam produksi, memungkinkan pengiriman ke pelanggan secara lebih cepat untuk produk perangkat lunak, me-ngirimkan dan menerima penawaran secara cepat dan hemat, serta men-dukung transaksi cepat tanpa kertas.
Pemanfaatan internet me-mungkinkan UMKM melakukan pe-masaran dengan tujuan pasar global, sehingga peluang menembus ekspor sangat mungkin. Menurut Internet World States, pada tahun 2005 pemakai internet dunia men-capai angka 972.828.001 (hampir satu miliar), pengguna di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta orang. Jumlah pemakai terbesar di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu mencapai 68,2% dari jumlah penduduknya.
Hal positif yang dapat di-peroleh dengan memanfaatkan ja-ringan internet dalam mengembang-kan usaha adalah : (1) dapat mem-pertinggi promosi produk dan la-yanan melalui kontak langsung, kaya informasi, dan interaktif dengan pelanggan, (2) menciptakan satu saluran distribusi bagi produk yang ada, (3) biaya pengiriman informasi ke pelanggan lebih hemat jika di-bandingkan dengan paket atau jasa pos, (4) waktu yang dibutuhkan untuk menerima atau mengirim in-formasi sangat singkat, hanya dalam hitungan menit atau bahkan detik (M. Suyanto, 2005).
Melihat berbagai keun-tungan, kemudahan, serta peluang yang dapat diperoleh dari aplikasi IT dalam bisnis, maka aplikasi IT untuk pengembangan UMKM di Indonesia merupakan suatu kebutuhan. Akan tetapi karena sampai saat tidak se-mua UMKM mampu menyediakan dan memanfaatkan teknologi infor-masi dalam menjalankan usahanya. Menurut Megawaty Khie, Small Medium Business Director PT Microsoft Indonesia, potensi UMKM di Indonesia sangat besar dan men-jadi penggerak ekonomi nasional, namun pemahaman sebagian besar dari mereka terhadap teknologi in-formasi masih kurang. Lebih lanjut Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, dari sekian juta UMKM yang ada baru 27% yang me-miliki dan memanfaatkan komputer. Itupun belum dapat meman-faatkannya secara maksimal, dalam arti untuk mendukung aktivitas usaha mereka (Kedaulatan Rakyat, 22 Desember 2004).
Oleh karena itu, agar UMKM di Indonesia dengan segala keterbatasannya dapat berkembang dengan memanfaatkan teknologi in-formasi, perlu dukungan berupa pe-latihan dan penyediaan fasilitas. Tentu saja tanggung jawab terbesar untuk memberi pelatihan dan pe-nyediaan fasilitas ini ada di tangan pemerintah, disamping pihak-pihak lain yang punya komitmen, khu-susnya kalangan perguruan tinggi. Melalui tulisan ini, penulis menyam-paikan gagasan perlunya dibuat pusat komunikasi bisnis berbasis web di setiap daerah untuk mem-fasilitasi UMKM dalam mengem-bangkan jaringan usahanya. Pusat komunikasi bisnis berbasis web ini perlu dibangun di setiap kabu-paten atau jika mungkin di setiap kecamatan. Fasilitas tersebut berupa ruangan khusus dilengkapi dengan seperangkat komputer yang terko-neksi dengan internet, serta dileng-kapi website UMKM masing-masing daerah, di bawah pengelolaan dan pembiayaan pemerintah daerah.
Mengapa perlu dibuat Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web di tingkat kabupaten atau kecamatan ? Hal ini didasari pada kenyataan bahwa sebagian besar UMKM ber-lokasi di desa-desa dan kota-kota kecamatan, serta belum mampu un-tuk memiliki jaringan internet sendiri, apalagi memiliki websitenya. Padahal untuk pengembangan usa-ha dengan akses pasar global harus memanfaatkan media virtual. Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web ini akan memudahkan UMKM dalam memperluas pasar baik di dalam negeri maupun pasar luar negeri de-ngan waktu dan biaya yang efisien. Sehingga tingkat kesejahteraan ma-syarakat UMKM dan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya akan me-ningkat, dan secara bersinergi akan berdampak positif terhadap keber-hasilan pembangunan nasional.
Gagasan ini merupakan respon terhadap apa yang menjadi program kerja pemerintah khusus-nya program kerja kementrian Ko-perasi dan UKM. Pada Bab XI Program Pengembangan Sentra Bisnis UMKM poin E, memuat pro-gram pengembangan informasi bis-nis sentra. Salah satu target program tersebut adalah memberikan fasilitas perangkat jaringan komunikasi yang berisikan wesite untuk optimalisasi transaksi bisnis (www.depkop.go.id). Oleh karena, demi kepentingan pem-bangunan ekonomi dan kesejah-teraan masyarakat, pemerintah dae-rah harus menindaklanjuti program tersebut, dengan membentuk Pusat Komunikasi Berbasis Web.
PENUTUP
Peran usaha mikro, kecil dan menengah dalam perekonomian negara sangat penting dan strategis, karena telah terbukti menjadi pe-nyelamat perekonomian pasca krisis dan menjadi penyedia lapangan ke-rja terbesar. Tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan diharapkan akan membantu mewu-judkan masyarakat Indonesia yang aman dan damai; adil dan demo-kratis; serta sejahtera. Sehingga sektor UMKM perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional masa mendatang.
UMKM yang tangguh dan tersebar di seluruh penjuru tanah air merupakan modal besar dalam me-melihara dan mempertahankan per-satuan dan kesatuan bangsa. Dukungan terhadap sektor ini se-kaligus dapat mengurangi dan me-netralisir dampak negatif penerapan teknologi informasi seperti tejadi di banyak negara maju, yaitu semakin melebarnya kesenjangan ekonomi antar kelompok masyarakat. Kemu-dahan dan ketersediaan infor-masi pasar bagi UMKM akan sangat membantu mengembangkan usaha-nya. Jika informasi pasar sudah da-pat diakses dengan mudah dan ce-pat, paling tidak akan menumbuhkan motivasi bagi para pelaku UMKM un-tuk menjalankan usahanya dengan lebih serius, sehingga UMKM ber-kembang lebih maju. Kemajuan UMKM berarti kemajuan bagi per-ekonomian negara, sehingga me-numbuhkan kemandirian bangsa agar dapat lepas dari jeratan neo kolonialisme.
Pengalaman di luar negeri telah membuktikan bahwa melalui aplikasi teknologi informasi, peru-sahaan kecil dan menengah dapat menjadi perusahaan besar kelas du-nia dalam waktu yang singkat. Salah satu gagasan yang pantas dikem-bangkan di Indonesia adalah pem-bentukan Pusat Komunikasi Bisnis Berbasis Web, untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di era teknologi informasi sekarang ini.

February 17, 2012 at 6:29 am
ide yg sangat bagus mas… memang UMKM perlu didorong untuk mengenal internet, sehingga mereka mampu membangun networking yg luas..
February 20, 2012 at 4:25 am
terima kasih atas dukungan idenya…