Standar

ELEMEN SISTEM

Suatu sistem dapat mencapai tujuan yang diharapkan, jika sistem tersebut berfungsi dengan baik. Suatu sistem akan berfungsi dengan baik jika dilengkapi dengan elemen-elemen yang dibutuhkan. Elemen-elemen tersebut adalah:

  1. Input

Input adalah elemen sistem yang berupa bahan/material yang akan diolah untuk menjadi produk. Contoh, pada sistem komputer bahan (input) yang akan diolah adalah data-data berupa angka. Input berupa data-data angka tersebut dimasukan melalui perangkat input komputer yang berupa keyboard. Contoh lain, pada sistem sekolah yang menjadi input adalah siswa baru.

  1. Proses

Proses adalah elemen sistem yang berupa kegiatan mengolah bahan/input agar menjadi produk/output. Contoh, pada sistem komputer, input berupa data-data angka diproses/diolah melalui program pengolah angka (exel, spss, acces, dll.). Contoh lain, pada sistem sekolah, input berupa siswa baru diproses melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

  1. Output

Output adalah elemen sistem yang berupa hasil/keluaran dari proses pengolahan input. Contoh, pada sistem komputer, input berupa data-data angka diproses menghasilkan output berupa laporan keuangan yang dapat ditampilkan melalui monitor atau dicetak menggunakan printer. Contoh lain, pada sistem sekolah, input berupa siswa baru diproses menghasilkan output berupa siswa yang lulus/lulusan.

  1. Umpan balik

Umpan balik adalah reaksi berupa tanggapan yang berfungsi untuk mengevaluasi input, proses, maupun output. Contoh, pada sistem komputer, ketika kita mengetikkan angka dengan format atau fungsi yang salah pada program excel, maka akan muncul komentar tentang kesalahan yang terjadi. Demikian pula jika pada saat mencetak terjadi kehabisan kertas atau tinta, maka akan muncul komentar dari menu printer.

Contoh lain, pada sistem sekolah, umpan balik dapat berupa kritikan atau saran dari orang tua siswa, dari pengawas sekolah, atau dari masyarakat sekitar. Misalnya, pada saat kelulusan sekolah banyak siswa yang tidak lulus, maka biasanya ada tanggapan atau saran dari pengawas sekolah dan atau dari orang tua siswa untuk perbaikan pembelajaran di sekolah.

  1. Kontrol

Kontrol adalah mekanisme pengendalian sistem mulai dari input, proses, maupun input. Contoh, pada sistem sekolah, ada kontrol input pada saat penerimaan siswa baru berupa peraturan penerimaan siswa baru, ada kontrol proses pada saat pembelajaran berupa tata tertib mengikuti pembelajaran, dan ada kontrol output pada saat ujian kelulusan berupa prosedur standar operasional pelaksanaan ujian. Kontrol dapat berasal dari dalam dan dari luar sistem.

 

Standar

KNOWLEDGE MANAGEMENT

 

Perkembangan dalam bidang desain sistem dan prosedur mengalami kemajuan seiring dengan berkembangnya teknologi perangkat lunak desain sistem. Sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang terintegrasi yang dapat digunakan dalam mendesain suatu sistem dan prosedur, muncul konsep yang disebut knowledge management (Quible:2005:364). Knowledge management diartikan sebagai gabungan dari berbagai kegiatan manajemen dokumen, termasuk kegiatan perekaman (capturing) dan penyampaian informasi kepada pihak yang membutuhkan. Pada dasarnya, knowledge management berupa perngkat lunak (software) yang dapat memberikan informasi kepada pihak yang tepat pada waktu yang tepat sesuai dengan format yang dibutuhkan.

Sekarang ini, knowledge management dapat dilakukan dalam bentuk “web-based workflow”. Melalui web-base workflow tersebut, siapa saja, dimana saja, dan kapan saja dapat mengetahui suatu sistem dan prosedur kerja, bahkan sampai agenda dan jadwal kegiatan perusahaan. Software yang dapat diintegrasikan untuk menjalankan konsep knowledge management antara lain adalah Microsoft Outlook, Microsoft Onenote, Microsoft Share Point, dan Microsoft Office Visio.

 

MERANCANG DAN MEMODIFIKASI SISTEM

 

Pengembangan sistem baru atau modifikasi sistem yang telah ada dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

  1. Mendefinisikan proses secara jelas
  2. Membuat outline proses yang sedang berjalan secara detail
  3. Menganalisis proses yang sedang berjalan
  4. Membuat outline proses yang baru
  5. Menerapkan proses yang baru.

PELAYANAN PRIMA DAN PELAYANAN KEPADA PELANGGAN

Standar

Kualitas pelayanan kepada setiap pelanggan suatu organisasi, terutama organisasi bisnis, sangat penting, karena berdampak terhadap kepuasan pelanggan. Oleh karena itu setiap calon tenaga kerja dalam bidang perkantoran harus banyak memahami teknis pelayanan kepada pelanggan secara baik dan benar.

Artikel tentang pelayanan prima dan pelayanan kepada pelanggan dapat di baca pada TOTAL QUALITY CUSTOMER SERVICE.

SADAR DAN KESADARAN

Standar

Sadar dan Kesadaran sesungguhnya merupakan dua kata yang sanga lazim digunakan dalam berbagai perbincangan. Sadar dapat diartikan sebagai suatu kondisi ata keadaan dimana seseorang dapat mengenal diri sendiri dan lingkungannya. Kesadaran dapat bermakna sebagai kemauan untuk menerima suatu keadaan, kemauan untuk mematuhi suatu aturan. Orang yang sadar semestinya memiliki kesadaran. Hampir semua orang selalu merasa dirinya sadar. Hampir tidak ada seorangpun yang mau dianggap sebagai orang yang tidak sadar. Namun demikian fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang sadar secara fisik tetapi tidak memiki kesadaran. Sebagai contoh, para pengendara sepeda motor yang mengendarai motornya dengan “lincah”, pada saat lampu pengatur lalu lintas warna merah, ia tetap jalan dengan “lincah” melanggar lampu merah tersebut. Kita semua pasti sangat yakin bahwa orang yang melanggar lampu merah tersebut adalah orang yang sadar. Nyatanya ia dapat mengendarai sepeda motornya dengan “lincah”. Namun apakah orang seperti itu memiliki kesadaran? Tidakkah ia menyadari bahwa banyak pengguna jalan lain yang harus diberi haknya? Tidakkah ia menyadari tindakannya membahayakan orang lain? Tindakan melanggar rambu lalu lintas yang dilakukan menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memiliki kesadaran untuk mematuhi suatu aturan. Sesungguhnya rambu lalu lintas dibuat agar setiap pengguna jalan memperoleh haknya dengan baik. Jika kita melanggar rambu lalu lintas, berarti kita merampas hak pengguna jalan yang lain.

 

Sungguh menyenangkan jika setiap orang yang sadar memiliki kesadaran untuk bertindak yang baik dan benar, tanpa merampas hak orang lain. Mari kita menjadi orang yang sadar dan memiliki kesadaran untuk menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.

 

E-learning

Standar

campus

E-learning (or eLearning) is the use of electronic media and information and communication technologies (ICT) in education. E-learning is broadly inclusive of all forms of educational technology in learning and teaching. E-learning is inclusive of, and is broadly synonymous with multimedia learning, technology-enhanced learning (TEL), computer-based instruction (CBI), computer managed instruction,[1] computer-based training (CBT), computer-assisted instruction or computer-aided instruction (CAI), internet-based training (IBT), web-based training (WBT), online education, virtual education, virtual learning environments (VLE) (which are also called learning platforms), m-learning, and digital educational collaboration. These alternative names emphasize a particular aspect, component or delivery method.

E-learning includes numerous types of media that deliver text, audio, images, animation, and streaming video, and includes technology applications and processes such as audio or video tape, satellite TV, CD-ROM, and computer-based learning, as well as local intranet/extranet and web-based learning. Information and communication systems, whether free-standing or based on either local networks or the Internet in networked learning, underly many e-learning processes.[2]

E-learning can occur in or out of the classroom. It can be self-paced, asynchronous learning or may be instructor-led, synchronous learning. E-learning is suited to distance learning and flexible learning, but it can also be used in conjunction with face-to-face teaching, in which case the term blended learning is commonly used.

E-learning in learning and education refers to the use of modern technology, such as computers, digital technology, networked digital devices (e.g., the Internet) and associated software and courseware. There are several aspects to describing the intellectual and technical development of e-learning, which can be categorized into discrete areas. These are addressed in turn in the sections of this article:

e-learning as an educational approach or tool that supports traditional subjects;
e-learning as a technological medium that assists in the communication of knowledge, and its development and exchange;
e-learning itself as an educational subject; such courses may be called “Computer Studies” or “Information and Communication Technology (ICT)”;
e-learning administrative tools such as education management information systems (EMIS).

sumber:http://en.wikipedia.org/wiki/E-learning